bingung, bukan bimbang


waduuh….pengen nulis, tapi nulis apa ya?
pengen keluarin semua yang ada di pikiran, hati, perasaan, benak, hhhh.

pengen banget aku jadi orang sibuk dengan sejuta aktifitas di setiap hari-hari aku.
pengen punya banyak kegiatan.
pengen punya banyak rutinitas.
pengen punya banyak jadwal padat.
pengen ketemu orang-orang baru di setiap hari-hari baruku.
pengen sibuklah, tapi biar nggak capek dan menyenangkan.
sampai-sampai kesibukkan yang aku impikan ngebuat aku jarang di rumah.
bangun pagi paling telat jam 6.00
cuma sempet mandi, sarapan, sembahyang, ngobrol bentar sama keluarga, langsung deh beraktifitas di luar rumah layaknya orang-orang sibuk.
jam makan siang datang, sempet meregangkan otot-otot bentar sambil makan siang atau ngopi-ngopi, setelah itu lanjut lagi beraktifitas.
sore pun menjemput, kembali pulang ke rumah untuk mandi, sekitar sejam atau dua jam di rumah, langsung kembali ke aktifitas-aktifitas menyenangkan di luar rumah.
malam tiba, pulang lagi ke rumah, nggak mesti larut malam juga sih, yang penting sampai rumah, nonton tv bentar atau baca-baca buku santai sambil minum teh, baru deh berangkat ke negeri kapuk.

betapa hidup itu menyenangkan.

Iklan

TUHAN dan Aku


Dengan modal ketidaktahuan saya akan siapa yang membuat tulisan ini, saya mempostingnya disini. Yang pasti tulisan ini saya temukan di flashdisk salah seorang sahabat saya, Sunia.

Dengan sedikit pengeditan- ditambah, dihapus, diganti- ini berhasil jadi pelarian saat saya merasa dalam keadaan rapuh.

 

————————————————————————————————————

 

AKU : mengapa hidup jadi begitu rumit?

TUHAN : Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja. Analisalah yang membuatnya jadi rumit.

 

AKU : kalau begitu, mengapa saya-manusia-jarang merasa senang?

TUHAN : Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin.

Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa. Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu. Karena itulah kamu jarang merasa senang.

 

AKU : tapi bagaimana mungkin saya tidak khawatir jika ada begitu banyak ketidakpastian?!

TUHAN : Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.

 

AKU : tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.

TUHAN : Rasa sakit tidak bisa dihindari, tapi penderitaan adalah sebuah pilihan.

 

AKU : jika penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita?

TUHAN : Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan. Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api.

Orang baik melewati rintangan, tanpa menderita (karena penderitaan itu pilihan). Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik bukan sebaliknya.

 

AKU : maksudnya, pengalaman pahit itu berguna?

TUHAN : Ya. Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras. Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.

 

AKU : lalu, kenapa saya harus melalui semua ujian itu? Kenapa saya tidak dapat hidup bebas dari masalah?

TUHAN : Masalah adalah rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental. Kekuatan dari dalam diri bisa keluar dari perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha-leha.

 

AKU : sejujurnya ditengah segala persoalan ini, saya tidak tau kemana harus melangkah…

TUHAN : Jika kamu melihat keluar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu melangkah. Lihatlah ke dalam!

Melihat keluar, kamu bermimpi. Melihat ke dalam, kamu terjaga.

Mata memberimu penglihatan. Hati memberimu arah.

 

AKU : kadang, ketidakberhasilan membuat saya menderita. Apa yang dapat saya lakukan?

TUHAN : Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain.
Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri.

Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan. Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain bekejaran dengan waktu.

 

AKU : di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?

TUHAN : Selalulah melihat sudah berapa jauh saya berjalan, daripada masih berapa jauh saya harus berjalan.

Selalu hitung yang harus kamu syukuri, jangan hitung apa yang belum kamu peroleh.

 

AKU : apa yang menarik dari manusia?

TUHAN : Jika menderita, mereka bertanya “Mengapa harus aku?”. Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya “Mengapa harus aku?”.

 

AKU: kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya disini?

TUHAN : Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu. Berhentilah mencari mengapa saya di sini. Ciptakan tujuan itu.

Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.

 

AKU : bagaimana saya bisa mendapat yang terbaik dalam hidup ini?

TUHAN : Hadapilah masa lalu-mu tanpa penyesalan. Peganglah saat ini dengan keyakinan. Siapkan masa depan tanpa rasa takut.

 

AKU : seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.

TUHAN : Tidak ada doa yang tidak dijawab.

Ingat! Selalu ada 3 kemungkinan jawaban dari setiap doa : iya, belum saatnya, kamu berhak mendapatkan yang jauh lebih baik dari apa yang kamu inginkan.



(“Rush, kalau kamu baca ini, kamu pasti langsung sadar, kalimat terakhir itu aku contek dari siapa)

try, try, and try


Dini hari, 01.34am

merelakan mata masih aktif sampai jam satu lebih cuma buat utak atik blog (dunia yang mau aku mengerti). parah. belum ngerti. nggak tau mesti ngapain.

lol

Hello world!


Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!